Kamis, 10 Mei 2018

Makanisasi Pertanian Traktor Roda Empat


PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mekanisasi pertanian adalah pengenalan dan penggunaan alat mekanis untuk melaksanakan operasi pertanian. Alat mekanis adalah semua peralatan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan, motor bakar, motor listrik, angin, air dan diartikan sebagai penerapan ilmu-ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisir dan mengatur semua operasi dalam usaha pertanian. Sedangkan suatu operasi pertanian dapat diartikan sebagai usaha manusia untuk merubah karakteristik dan kedudukan suatu objek. Karakteristik operasi pertanian ditentukan oleh: (1) Jenis kegiatan; (2) Besarnya kegiatan (luas, berat dan jumlah); (3) Waktu mulai dan selesai; (4) Lamanya (jangka) waktu; (5) Banyaknya tenaga manusia dan input lainnya; (6) Hasil (jumlah dan mutu); (7) Biaya; (8) Beban kerja; dan (9) Pengaruhnya terhadap lingkungan. Di Indonesia mekanisasi pertanian diusahakan sebagai salah satu cara untuk membangun pertanian, baik di bidang perkebunan maupun bagi pertanian rakyat (Distanak, 2014).
Ciri utama pertanian modern adalah produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus selalu meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian kita baik komoditi tanaman pangan (hortikultura), perikanan, perkebunan dan peternakan menghadapi pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar tertentu. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar (Distanak, 2014).
Untuk itu, dibutuhkan teknologi-teknologi yang modern yang dapat menunjang produktivitas pertanian. Oleh karena itulah pertanian pada masa sekarang sudah mulai beralih menggunakan teknologi modern dalam mengolah bidang pertanian (Distanak, 2014).
Traktor roda empat adalah salah satu alat pengolah tanah jika dilengkapi dengan peralatan pengolah tanah, seperti bajak singkal, bajak piring, garu piring dll. Secara umum traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk lahan sawah. Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah dan traktor besar (Lubis, 2011).
Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat yang disebut three hitch point atau penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan titik tiga, disebut top link (tuas penyambung bagian atas). Dengan menggunakan sistem penyambungan ini pengaturan posisi peralatan (bajak dll.) yang diinginkan dapat diatur dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pengolahan tanah, maka traktor perlu diseimbangkan dengan memasang beban tambahan pada bagian depan traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka traktor telah siap dioperasikan untuk pengolahan tanah (Distanak, 2014).
Traktor roda empat mempunyai kisaran daya motor penggerak yang besar. Traktor yang biasa digunakan di taman/kebun mempunyai daya sekitar 11 kW (15 hp). Traktor ini di pasaran biasa disebut traktor mini atau traktor kebun. Traktor raksasa yang biasa digunakan di perkebunan yang luas mempunyai daya sampai 150 kW (200 hp). Namun begitu, biasanya traktor roda empat yang biasa digunakan mempunyai daya antara 30 – 60 kW (40 - 80 hp) (PSBTIK, 2003).
Tujuan
Tujuan dari praktikum kali ini adalah untuk dapat  mengenal dan mengetahui fungsi bagian-bagian penting traktor roda empat, serta dapat menggambarkannya dengan baik dan benar.























ALAT DAN METODE
Alat
            Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah traktor roda empat.
Metode
Metode yang digunakan pada praktkum ini adalah menuliskan bagian-bagian dan fungsinya; roda, radiator, lampu, tangki bahan bakar, knalpot, setir, tempat duduk, pedal gas, kunci, pedal rel dan persneling.
Waktu dan Tempat
            Laporan ini disusun berdasarkan praktikum yang dilaksanakan hari Jum’at, 17 maret 2017 pada pukul 16:30 WITA-Selesai. Bertempat di depan Workshop Mekanisasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.











HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
            Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
  Tabel 1. Bagian-bagian traktor roda empat.
No
Gambar
Keterangan
1
3
 
2
 
1
 
9
 
8
 
7
 
6
 
5
 
4
 
Description: C:\Users\NIDZU_013\Pictures\DSC_1294.jpg

1.    Tuas gardan
2.    Tuas gas
3.    Tuas persneling
4.    Tuas high-low
5.    Tuas kopling
6.    Roda depan
7.    Pedal kopling
8.    Roda belakang
9.    Poros roda






2
5
 
4
 
3
 
2
 
1
 
Description: C:\Users\NIDZU_013\Pictures\DSC_1302.jpg
1.    Tuas pengatur hidrolik
2.    Tempat duduk
3.    Kemudi
4.    Pedal rem
5.    Pedal gas













1
 
 

Description: C:\Users\NIDZU_013\Pictures\DSC_1301.jpg3
3
 
4
 

 
1.      Knalpot
2.      Tangki bahan bakar
3.      Lampu
4.      Kap mesin











4
2
 
4
 
5
 
3
 
2
 
1
 
Description: C:\Users\NIDZU_013\Pictures\DSC_1296.jpg

1.      Stabillizer
2.      Pengatur lampu
3.      Filter udara
4.      ACCU
5.      Tempat air radiator









5
3
 
2
 
1
 
Description: C:\Users\NIDZU_013\Pictures\DSC_1298.jpg

1.      Pengatur naik turun bajak
2.      Batang penyangga atas bajak
3.      Bajak piringan










Pembahasan
Traktor  umumnya memiliki 3 bagian utama yaitu Tenaga penggerak (mesin), kerangka dan transmisi,  tuas kendali/kontrol.
Bagian utama tersebut dibagi menjadi beberapa bagian lagi dengan fungsi masing-masing yaitu ; Tuas gardan berfungsi untuk mengatur mode gardan yang digunakan yaitu  mono gardan (2x4) atau double gardan (4x4). Tuas gas untuk mengkonstankan gas agar tidak naik atau turun. Tuas porseneling digunakan untuk mengatur start atau mundurnya traktor. Tuas high-low untuk mengatur mode kecepatan tinggi atau rendah. Tuas kopling untuk mengatur mesin menggerakan gardan atau tidak digerakan. Roda depan untuk menopang traktor dan menjalankan traktor. Pedal kopling untuk mengatur jalannya gardan, apabila diinjak maka gardan akan lose. Roda belakang untuk menopang bagian belakang traktor pada saat dioperasikan. Poros roda merupakan bagian tengah yang menghubungkan roda dengan as roda. Tuas pengatur hidrolik untuk mengatur naik turunnya bajak. Tempat duduk sebagai tempat duduk operator traktor. Kemudi sebagai kendali traktor. Pedal rem untuk menghambat kecepatan traktor. Pedal gas untuk mengatur kecepatan traktor. Knalpot sebagai saluran pembuangan gas mesin. Tangki bahan bakar sebagai tempat menampung bahan bakar mesin. Lampu digunakan sebagai penerangan jika mengoperasikan traktor di malam hari. Kap mesin sebagai penutup mesin. Stabillizer sebagai penyangga pada saat kap mesin di buka. Pengatur lampu sebagai pengatur tinggi rendahnya jangkauan cahaya lampu. Filter udara sebagai penyaring udara masuk yang digunakan untuk pembakaran. ACCU sebagai sumber listrik untuk mesin. Tempat air radiator penampung air untuk menjaga suhu mesin. Batang penyangga atas bajak sebagai penyangga atas bajak.
Bajak piring model tandem memiliki Model DP50 dengan lembar piringan 2 buah; lebar kerja 0,70 meter; kedalaman kerja 0,30 m; diameter piringan 0,55 m; berat bajak piring 200 kg; daya untuk menarik  15 - 35 HP. Kecepatan kerja rata-rata adalah 5,77 km/jam, dengan lebar pembajakan rata-rata 580 mm. Daya minimum yang diperlukan adalah 5,7 jam/Ha dengan efisiensi waktu pengolahan 25%.
Piringan dari bajak ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat beroperasi ditarik oleh traktor maka piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka diharapkan dapat mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft) yang terjadi. Piringan bajak dapat berada disamping rangka atau berada di bawah rangka.
Setiap piringan dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna selain untuk membersihkan tanah yang lengket pada piringan, juga membantu dalam pembalikan potongan tanah.
Untuk menahan tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi dengan roda alur belakang (rear furrow wheel).
Beberapa keuntungan menggunakan bajak ini adalah : a.) Dapat bekerja ditanah keras dan kering; b.) Dapat untuk tanah-tanah yang lengket; c.) Dapat untuk tanah-tanah yang berbatu; d.) Dapat untuk tanah-tanah berakar; e. )Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam
Ada tiga jenis bajak piring yang ditarik dengan traktor, yaitu tipe tarik (trailing), tipe hubungan langsung (direct-connected), dan tipe diangkat sepenuhnya (integralmounted).







































KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
           Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan, maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.        Traktor roda empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat buah roda Traktor roda empat menggunakan gardan dalam penerusan dayanya.
2.        Traktor roda empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya

Saran
Adapun saran dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1.        Sebaiknya fasilitas untuk praktikum diperiksa dan disiapkan sebaik mungkin agar proses praktikum berjalan dengan lancer.
2.        Dimohon agar alat praktikum benar-benar dapat digunakan sehingga praktikan dapat mengaplikasikannya langsung.





DAFTAR PUSTAKA
Distanak. 2014. Traktor Roda Empat. http://distanak.seruyankab.go.id/berita-305-traktor-roda-empat.html. Diakses pada tanggal 22 April 2016 di Banjarbaru.

Hamilton, Gary. 2006. Menguak Jaringan Bisnis Cina di Asia Timur dan Tenggara. PT. Gramedia Pustaka Nusantara. Jakarta.

Lubis, Ruzaini. 2011. Bahan Bacaan Pengantar Teknologi Pertanian. Universitas Sriwijaya. Palembang.

PSBTIK. 2003. Mengoperasikan Traktor Roda 4. http://psbtik.smkn1cms.net/pertanian/budidaya_tanaman/budidaya_tanaman/mengoperasikan_traktor_roda_4.pdf. Diakses pada tanggal 22 April 2016 di Banjarbaru.


0 komentar: