Virus Pada Kacang Panjang
Virus Cowpea little leaf virus menyerang tanaman kacang panjang.Penyakitnya berupa daun-daun tanaman yang mengecil.Gejala yang ditimbulkan akibat serangan seperti, pada tiap-tiap ruas tumbuh tunas-tunas (yang seharusnya dorman) tetapi karena adanya hormone perangsang yang telah dikendalikan virus maka tunas –tunas tersebut tumbuh secara bebas dan tidak teratur.Virus mosaik pada kacang panjang (Cowpea aphid-borne mosaic virus) atau virus CoMV.Virus ini menyebabkan timbulnya mosaik pada daun, daun tanaman asimetris karena perkembangan yang tidak merata, permukaan daun mengalami penglepuhan.Penyebab penyakit mosaic ini merupakan virus yang ditularkan melalui perantara aphid (Aphis craccivora Kock) atau kutu daun.Tanaman yang terserang berat akan menghasilkan daun –daun berwarna kekuningan, kerdil, mengalami malformasi, dan kehilangan vigor.Semakin banyak aphid menyerang tanaman, daun, dan pucuk sulur semakin banyak yang rusak dan akhirnya mati.
Akibat infeksi berupa mosaik yaitu daun tanaman yang terserang berwarna belanh hijau muda sampai hijau tua.Ukuran daun menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun normal.Jika virus menyerang tanaman muda , pertumbuhan tanaman akan terhambat dan akhirnya menjadi kerdil.Gejala yang timbul sangat dipengaruhi oleh suhu, penyinaran, umur tanaman, varietas tanaman, dan strain virus.Secara umum gejala yang timbul dikempokan menjadi:1. Gejala mosaic dan mottle pada daun biasanya berwarna pucat atau kekuning-kuningan yang menyebar berupa percikan,2. Gejala klorosis berupa warna pucat , baik menyeluruh maupun bercak saja,3. Gejala vein-clearing: warna pucatpada urat daun sehingga kelihatan transparan dan berkilau diantara warna daun yang hijau,4. Gejala nekrosis : matinya suatu jaringan, biasanya terjadi pada urat daun, batang berupa garis-gari coklat, bercakk pada daun atau bercak cekung nekrosis.
Pengertian Vektor
Vektor merupakan penyabar virus tumbuhan
yang penting dilapangan. Sebagian besar virus tumbuhan menyebar dari tanaman
satu ke tanaman lain melalui vektor. (Martosudiro, 2013)
Macam – Macam Vektor
Non-persisten, yaitu bila
virus masih infektif selama <10 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel
tumbuhan terinfeksi. Semi-persisten, yaitu bila virus masih
infektif selama 10-100 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel tumbuhan
terinfeksi. Persisten, yaitu bila virus masih infektif selama
>100 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel tumbuhan terinfeksi, selama
vektor hidup, dan bahkan sampai selama umur keturunan vektor. Hubungan
virus-vektor dalam bentuk persistensi dianggap kurang memuaskan sehingga
digunakan cara lain: Terbawa stilet (stylet-borne), bila virus menular karena
terbawa pada stilet vektor. Sirkulatif, virus masuk ke perut vektor, mencapai
haemolimfa, dan akhirnya mencapai bagian mulut melalui saliva. Propagatif,
virus berkembangbiak di dalam tubuh vektor. Infeksi menyebabkan tumbuhan
mengalami perubahan fisiologis maupun anatomis sebagai tanggapan terhadap
patogen. Perubahan fisiologis dan anatomis pada akhirnya dimanifestasikan
sebagai perubahan morfologis yang kasat mata. Perubahan morfologis yang terjadi
pada tumbuhan sebagani manifestasi atas tanggapan fisiologis dan anatomis
terhadap infeksi yang dilakukan oleh patogen disebut gejala (symptom)
(Mardinus, 1987).
Mekanisme Virus Non Persisten
Pada penularan non
persisten kutudaun menularkan virus dari dan ke dalam parenkima
inang. Perolehan dan inokulasi terjadi dalam
periode makan yang pendek dari beberapa
detik sampai beberapa menit. Vektor
segera menjadi infektif sesudah pengambilan
virus. (Bos 1990) Virus non persisten adalah virus yang
sesudah terhisap vektor dari tanaman sakit, segera atau dalam waktu singkat
dapat ditularkan pada tanaman sehat. Setelah akuisisi virus tidak
memerlukan periode latin dalam tubuh vektor. Vektor segera kehilangan
daya infeksinya setelah menginokulasi tanaman sehat atau ketika terjadi
pergantian kulit. Periode retensi sebentar dan umumnya mudah
ditularkan secara mekanik (Maramorosch dan Harris, 1980).
Mekanisme Virus Persisten
Pada sisi
ekstrem yang lain adalah penularan
persisten. Biasanya penularan virus tetap persisten dalam tubuh vektor
meskipun telah lebih dari 100 jam meninggalkan sumber virus.
Penularan persisten dibedakan dalam bentuk sirkulatif
dan propagatif. Virus sirkulatif
masuk dalam tubuh vektor, menuju ke usus dan hemolimfe
kemudian menetap sampai dapat dikeluarkan lagi melalui kelenjar saliva
(ludah) dan cairan liur dalam mulutnya, sedangkan virus propagatif
memperbanyak diri dalam tubuh vektor (Bos 1990)
Virus persisten adalah virus yang
di dalam badan serangga mula-mula mengalami periode laten sebelum
ditularkan ke tanaman sehat. Vektor tidak kehilangan daya infeksinya
setelah menginokulasi tanaman sehat atau ketika terjadi ganti kulit, bahkan ada
virus yang dapat ditularkan ke generasi berikutnya (transovarial passage).
virus persisten tidak dapat ditularkan secara mekanis (Maramorosch dan Harris,
1980).
Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing.






0 komentar:
Posting Komentar