Selasa, 24 April 2018

Virus pada tanaman kacang panjang


Virus Pada Kacang Panjang

Virus Cowpea little leaf virus menyerang tanaman kacang panjang.Penyakitnya berupa daun-daun tanaman yang mengecil.Gejala yang ditimbulkan akibat serangan seperti, pada tiap-tiap ruas tumbuh tunas-tunas (yang seharusnya dorman) tetapi karena adanya hormone perangsang yang telah dikendalikan virus maka tunas –tunas tersebut tumbuh secara bebas dan tidak teratur.Virus mosaik pada kacang panjang (Cowpea aphid-borne mosaic virus) atau virus CoMV.Virus ini menyebabkan timbulnya mosaik pada daun, daun tanaman asimetris karena perkembangan yang tidak merata, permukaan daun mengalami penglepuhan.Penyebab penyakit mosaic ini merupakan virus yang ditularkan melalui perantara aphid (Aphis craccivora Kock) atau kutu daun.Tanaman yang terserang berat akan menghasilkan daun –daun berwarna kekuningan, kerdil, mengalami malformasi, dan kehilangan vigor.Semakin banyak aphid menyerang tanaman, daun, dan pucuk sulur semakin banyak yang rusak dan akhirnya mati.


Akibat infeksi berupa mosaik yaitu daun tanaman yang terserang berwarna belanh hijau muda sampai hijau tua.Ukuran daun menjadi lebih kecil dibandingkan dengan ukuran daun normal.Jika virus menyerang tanaman muda , pertumbuhan tanaman akan terhambat dan akhirnya menjadi kerdil.Gejala yang timbul sangat dipengaruhi oleh suhu, penyinaran, umur tanaman, varietas tanaman, dan strain virus.Secara umum gejala yang timbul dikempokan menjadi:1. Gejala mosaic dan mottle pada daun biasanya berwarna pucat atau kekuning-kuningan yang menyebar berupa percikan,2. Gejala klorosis berupa warna pucat , baik menyeluruh maupun bercak saja,3. Gejala vein-clearing: warna pucatpada urat daun sehingga kelihatan transparan dan berkilau diantara warna daun yang hijau,4. Gejala nekrosis : matinya suatu jaringan, biasanya terjadi pada urat daun, batang berupa garis-gari coklat, bercakk pada daun atau bercak cekung nekrosis.

Pengertian Vektor
    Vektor merupakan penyabar virus tumbuhan yang penting dilapangan. Sebagian besar virus tumbuhan menyebar dari tanaman satu ke tanaman lain melalui vektor. (Martosudiro, 2013)

Macam – Macam Vektor
     Non-persisten, yaitu bila virus masih infektif selama <10 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel tumbuhan terinfeksi. Semi-persisten, yaitu bila virus masih infektif selama 10-100 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel tumbuhan terinfeksi. Persisten, yaitu bila virus masih infektif selama >100 jam setelah dihisap oleh vektor dari sel tumbuhan terinfeksi, selama vektor hidup, dan bahkan sampai selama umur keturunan vektor. Hubungan virus-vektor dalam bentuk persistensi dianggap kurang memuaskan sehingga digunakan cara lain: Terbawa stilet (stylet-borne), bila virus menular karena terbawa pada stilet vektor. Sirkulatif, virus masuk ke perut vektor, mencapai haemolimfa, dan akhirnya mencapai bagian mulut melalui saliva. Propagatif, virus berkembangbiak di dalam tubuh vektor. Infeksi menyebabkan tumbuhan mengalami perubahan fisiologis maupun anatomis sebagai tanggapan terhadap patogen. Perubahan fisiologis dan anatomis pada akhirnya dimanifestasikan sebagai perubahan morfologis yang kasat mata. Perubahan morfologis yang terjadi pada tumbuhan sebagani manifestasi atas tanggapan fisiologis dan anatomis terhadap infeksi yang dilakukan oleh patogen disebut gejala (symptom) (Mardinus, 1987).

Mekanisme Virus Non Persisten
      Pada penularan non persisten  kutudaun menularkan virus dari  dan ke dalam parenkima inang.  Perolehan dan  inokulasi  terjadi  dalam  periode  makan  yang  pendek  dari  beberapa  detik  sampai  beberapa  menit.    Vektor  segera  menjadi  infektif  sesudah  pengambilan  virus.   (Bos 1990)  Virus non persisten adalah virus yang sesudah terhisap vektor dari tanaman sakit, segera atau dalam waktu singkat dapat ditularkan pada tanaman sehat.  Setelah akuisisi virus tidak memerlukan periode latin dalam tubuh vektor.  Vektor segera kehilangan daya infeksinya setelah menginokulasi tanaman sehat atau ketika terjadi pergantian kulit.   Periode retensi sebentar dan umumnya mudah ditularkan secara mekanik (Maramorosch dan Harris, 1980).
Mekanisme Virus Persisten
       Pada  sisi  ekstrem  yang  lain  adalah  penularan  persisten.  Biasanya penularan virus tetap persisten dalam tubuh vektor meskipun telah lebih  dari 100 jam meninggalkan sumber virus.  Penularan persisten dibedakan dalam  bentuk  sirkulatif  dan  propagatif.    Virus  sirkulatif  masuk  dalam  tubuh  vektor,  menuju ke usus dan hemolimfe kemudian menetap sampai dapat dikeluarkan lagi  melalui kelenjar saliva (ludah) dan cairan liur dalam mulutnya, sedangkan virus  propagatif memperbanyak diri dalam tubuh vektor (Bos 1990) 
      Virus persisten adalah virus yang di dalam badan serangga mula-mula mengalami periode laten  sebelum ditularkan ke tanaman sehat.  Vektor tidak kehilangan daya infeksinya setelah menginokulasi tanaman sehat atau ketika terjadi ganti kulit, bahkan ada virus yang dapat ditularkan ke generasi berikutnya (transovarial passage). virus persisten tidak dapat ditularkan secara mekanis (Maramorosch dan Harris, 1980).



Klorosis : terjadinya penghambatan pembentukan klorofil sehingga bagian yang seharusnya berwarna hijau menjadi berwarna kuning atau pucat. Bila pada daun hanya bagian sekitar tulang daun yang berwarna hijaumaka disebut voin banding. Sebaliknnya jika bagian-bagian daun di sekitar tulang daun yang menguning disebut voin clearing.

0 komentar: