PENDAHULUAN
Latar Belakang
Mekanisasi pertanian adalah
pengenalan dan penggunaan alat mekanis untuk melaksanakan operasi pertanian.
Alat mekanis adalah semua peralatan yang digerakkan oleh tenaga manusia, hewan,
motor bakar, motor listrik, angin, air dan diartikan sebagai penerapan
ilmu-ilmu teknik untuk mengembangkan, mengorganisir dan mengatur semua operasi
dalam usaha pertanian. Sedangkan suatu operasi pertanian dapat diartikan
sebagai usaha manusia untuk merubah karakteristik dan kedudukan suatu objek. Karakteristik
operasi pertanian ditentukan oleh: (1) Jenis kegiatan; (2) Besarnya kegiatan
(luas, berat dan jumlah); (3) Waktu mulai dan selesai; (4) Lamanya (jangka)
waktu; (5) Banyaknya tenaga manusia dan input lainnya; (6) Hasil (jumlah dan
mutu); (7) Biaya; (8) Beban kerja; dan (9)
Pengaruhnya terhadap lingkungan. Di Indonesia mekanisasi pertanian diusahakan
sebagai salah satu cara untuk membangun pertanian, baik di bidang perkebunan
maupun bagi pertanian rakyat (Distanak, 2014).
Ciri utama pertanian modern adalah
produktivitas, efisiensi, mutu dan kontinuitas pasokan yang terus menerus harus
selalu meningkat dan terpelihara. Produk-produk pertanian kita baik komoditi
tanaman pangan (hortikultura), perikanan, perkebunan dan peternakan menghadapi
pasar dunia yang telah dikemas dengan kualitas tinggi dan memiliki standar
tertentu. Tentu saja produk dengan mutu tinggi tersebut dihasilkan melalui
suatu proses yang menggunakan muatan teknologi standar (Distanak, 2014).
Untuk itu, dibutuhkan
teknologi-teknologi yang modern yang dapat menunjang produktivitas pertanian.
Oleh karena itulah pertanian pada masa sekarang sudah mulai beralih menggunakan
teknologi modern dalam mengolah bidang pertanian (Distanak, 2014).
Traktor roda empat adalah salah satu
alat pengolah tanah jika dilengkapi dengan peralatan pengolah tanah, seperti
bajak singkal, bajak piring, garu piring dll. Secara umum traktor roda empat
adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung empat
buah roda. Traktor ini dirancang untuk bekerja di lahan kering, bukan untuk
lahan sawah. Berdasarkan ukurannya dibedakan menjadi traktor mini, menengah dan
traktor besar (Lubis, 2011).
Traktor roda empat dioperasikan oleh
operator yang duduk di atas tempat duduk sambil mengemudikannya. Peralatan
pengolah tanah dipasangkan atau disambungkan dengan traktor melalui perangkat
yang disebut three hitch point atau
penyambungan titik tiga, yang terdiri sepasang garpu kiri dan kanan, sedangkan
satu tuas lainnya berada di bagian atas sistem penyambungan titik tiga, disebut
top link (tuas penyambung bagian atas). Dengan menggunakan sistem penyambungan
ini pengaturan posisi peralatan (bajak dll.) yang diinginkan dapat diatur
dengan memanjangkan atau memendekkan tuas penyambung atas. Untuk mengamankan agar
traktor tidak terangkat pada saat dioperasikan untuk pengolahan tanah, maka
traktor perlu diseimbangkan dengan memasang beban tambahan pada bagian depan
traktor. Dengan melakukan persiapan seperti ini, maka traktor telah siap
dioperasikan untuk pengolahan tanah (Distanak, 2014).
Traktor roda empat mempunyai kisaran
daya motor penggerak yang besar. Traktor yang biasa digunakan di taman/kebun
mempunyai daya sekitar 11 kW (15 hp). Traktor ini di pasaran biasa disebut
traktor mini atau traktor kebun. Traktor raksasa yang biasa digunakan di
perkebunan yang luas mempunyai daya sampai 150 kW (200 hp). Namun begitu,
biasanya traktor roda empat yang biasa digunakan mempunyai daya antara 30 – 60
kW (40 - 80 hp) (PSBTIK, 2003).
Tujuan
Tujuan dari
praktikum kali ini adalah untuk dapat mengenal dan mengetahui fungsi
bagian-bagian penting traktor roda empat, serta dapat menggambarkannya dengan
baik dan benar.
ALAT DAN METODE
Alat
Alat yang digunakan
pada praktikum ini adalah traktor roda empat.
Metode
Metode yang
digunakan pada praktkum ini adalah menuliskan bagian-bagian dan fungsinya;
roda, radiator, lampu, tangki bahan bakar, knalpot, setir, tempat duduk, pedal
gas, kunci, pedal rel dan persneling.
Waktu dan Tempat
Laporan ini disusun berdasarkan praktikum yang dilaksanakan hari Jum’at, 17 maret 2017 pada pukul 16:30
WITA-Selesai. Bertempat di depan Workshop Mekanisasi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat Banjarbaru.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah
dilaksanakan, maka diperoleh hasil sebagai berikut.
Tabel 1. Bagian-bagian traktor roda empat.
|
No
|
Gambar
|
Keterangan
|
||||||||||||||||||
|
1
|
![]() ![]()
![]() ![]() |
1.
Tuas gardan
2.
Tuas gas
3.
Tuas persneling
4.
Tuas high-low
5.
Tuas kopling
6.
Roda depan
7.
Pedal kopling
8.
Roda belakang
9.
Poros roda
|
||||||||||||||||||
|
2
|
![]() ![]() |
1.
Tuas pengatur hidrolik
2.
Tempat duduk
3.
Kemudi
4.
Pedal rem
5.
Pedal gas
|
||||||||||||||||||
![]() ![]() 3 |
![]()
|
1. Knalpot
2. Tangki bahan bakar
3. Lampu
4. Kap mesin
|
||||||||||||||||||
|
4
|
![]() ![]() |
1. Stabillizer
2. Pengatur lampu
3. Filter udara
4. ACCU
5. Tempat air radiator
|
||||||||||||||||||
|
5
|
![]() |
1. Pengatur naik turun bajak
2. Batang penyangga atas bajak
3. Bajak piringan
|
Pembahasan
Traktor
umumnya memiliki 3 bagian utama yaitu Tenaga penggerak (mesin), kerangka dan
transmisi, tuas kendali/kontrol.
Bagian utama
tersebut dibagi menjadi beberapa bagian lagi dengan fungsi masing-masing yaitu ; Tuas gardan
berfungsi untuk mengatur mode gardan yang digunakan yaitu mono gardan (2x4) atau double gardan (4x4). Tuas gas untuk
mengkonstankan gas agar tidak naik atau turun. Tuas porseneling digunakan
untuk mengatur start atau mundurnya traktor. Tuas high-low untuk mengatur mode kecepatan tinggi atau rendah. Tuas kopling untuk
mengatur mesin menggerakan gardan atau tidak digerakan. Roda depan untuk
menopang traktor dan menjalankan traktor. Pedal kopling
untuk mengatur jalannya gardan, apabila diinjak maka gardan akan lose. Roda belakang untuk
menopang bagian belakang traktor pada saat dioperasikan. Poros roda merupakan bagian tengah yang menghubungkan roda dengan as roda. Tuas pengatur
hidrolik untuk mengatur naik turunnya bajak. Tempat duduk
sebagai tempat duduk operator traktor. Kemudi sebagai kendali traktor. Pedal rem untuk
menghambat kecepatan traktor. Pedal gas untuk
mengatur kecepatan traktor. Knalpot sebagai
saluran pembuangan gas mesin. Tangki bahan bakar
sebagai tempat menampung bahan bakar mesin. Lampu digunakan sebagai penerangan jika mengoperasikan traktor di
malam hari. Kap mesin sebagai
penutup mesin. Stabillizer sebagai
penyangga pada saat kap mesin di buka. Pengatur lampu
sebagai pengatur tinggi rendahnya jangkauan cahaya lampu. Filter udara
sebagai penyaring udara masuk yang digunakan untuk
pembakaran. ACCU sebagai sumber listrik untuk mesin. Tempat air radiator penampung air untuk menjaga suhu mesin. Batang penyangga atas bajak sebagai penyangga atas bajak.
Bajak piring model
tandem memiliki Model DP50 dengan lembar piringan 2 buah; lebar kerja 0,70
meter; kedalaman kerja 0,30 m; diameter piringan 0,55 m; berat bajak piring 200
kg; daya untuk menarik 15 - 35 HP.
Kecepatan kerja rata-rata adalah 5,77 km/jam, dengan lebar pembajakan rata-rata
580 mm. Daya minimum yang diperlukan adalah 5,7 jam/Ha dengan efisiensi waktu
pengolahan 25%.
Piringan dari bajak
ini diikat pada batang penarik melalui bantalan (bearing), sehingga pada saat beroperasi ditarik oleh traktor maka
piringannya dapat berputar. Dengan berputaraya piringan, maka diharapkan dapat
mengurangi gesekan dan tahanan tanah (draft)
yang terjadi. Piringan bajak dapat berada disamping rangka atau berada di bawah
rangka.
Setiap piringan
dari bajak piringan biasanya dilengkapi dengan pengeruk (scraper) yang berguna selain untuk membersihkan tanah yang lengket
pada piringan, juga membantu dalam pembalikan potongan tanah.
Untuk menahan
tekanan samping yang terjadi saat bajak memotong tanah, bajak piring dilengkapi
dengan roda alur belakang (rear furrow
wheel).
Beberapa keuntungan
menggunakan bajak ini adalah : a.) Dapat bekerja ditanah keras dan kering; b.) Dapat untuk tanah-tanah yang lengket; c.) Dapat untuk
tanah-tanah yang berbatu; d.) Dapat untuk tanah-tanah berakar; e. )Dapat untuk tanah-tanah yang memerlukan pengerjaan yang dalam
Ada tiga jenis
bajak piring yang ditarik dengan traktor, yaitu tipe tarik (trailing), tipe hubungan langsung (direct-connected), dan tipe diangkat
sepenuhnya (integralmounted).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan,
maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut :
1.
Traktor roda
empat adalah traktor dengan tenaga penggerak dari motor diesel dengan didukung
empat buah roda Traktor roda empat menggunakan gardan dalam penerusan dayanya.
2.
Traktor roda
empat dioperasikan oleh operator yang duduk di atas tempat duduk sambil
mengemudikannya
Saran
Adapun
saran dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1.
Sebaiknya fasilitas untuk praktikum
diperiksa dan disiapkan sebaik mungkin agar proses praktikum berjalan dengan
lancer.
2.
Dimohon agar alat praktikum
benar-benar dapat digunakan sehingga praktikan dapat mengaplikasikannya
langsung.
DAFTAR PUSTAKA
Distanak.
2014. Traktor Roda Empat.
http://distanak.seruyankab.go.id/berita-305-traktor-roda-empat.html. Diakses
pada tanggal 22 April 2016 di Banjarbaru.
Hamilton,
Gary. 2006. Menguak Jaringan Bisnis Cina
di Asia Timur dan Tenggara. PT. Gramedia Pustaka Nusantara. Jakarta.
Lubis,
Ruzaini. 2011. Bahan Bacaan Pengantar
Teknologi Pertanian. Universitas Sriwijaya. Palembang.
PSBTIK.
2003. Mengoperasikan Traktor Roda 4.
http://psbtik.smkn1cms.net/pertanian/budidaya_tanaman/budidaya_tanaman/mengoperasikan_traktor_roda_4.pdf.
Diakses pada tanggal 22 April 2016 di Banjarbaru.



















